Ukuran : 14,5 x 20,5 cm
Isi : 256 halaman kertas Bookpaper 57 gram
Cetakan I, 2026
Genre: Nonfiksi
ISBN: 978-623-???-??-?
Cetakan: Hitam Putih
Harga 95.000
Dhandhangula
Lamun sira ameguru kaki,
Amiliha janma kang sunyata
Ingkang becik martabate.
Sarta kang wruh ing hukum.
Kang ngibadah lan kang wirangi
Sukur oleh wong tapa,
ingkang wus amungkul.
Tan mikir pawewehing liyan,
iku pantes sira guranana kaki,
sartane kawruhana.
Tembang Dhandhangula di atas adalah bait ke-4, pupuh
(Bab) I, dari Serat Wulangreh karya SISK Susuhunan Paku Buwana IV.
Seorang raja keraton Surakarta yang juga seorang ulama. Ketika masa
pemerintahannya beliau mempunyai lima orang sahabat ulama yang diundang masuk
ke lingkungan istana. Mereka secara intens hampir setiap malam melakukan
sarasehan, mengkaji kitab-kitab fiqh dan tasawuf. Sayang lingkungan ideal
keraton Surakarta yang menyatukan ulama dan umaro ini harus pupus, karena
dicurigai Kompeni, difitnah bahwa pengajian itu bermuatan politik, kedok
penggalangan kaum santri untuk melawan Belanda. Akhirnya kelima ulama tersebut
ditangkap Belanda, diasingkan ke Betawi dan akhirnya dibunuh. Sungguh kelam
sejarah masa lalu di Keraton Surakarta abad ke-18.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar