Ukuran : 14,5 x 20,5 cm
Isi : 80 halaman kertas Bookpaper 72 gram
Cetakan I, 2026
Genre: Fiksi
QRCBN: 62-1677-0931-589
Cetakan: Hitam Putih
Harga 45.000
Pengantar: Impian Nopitasari
Pada satu pagi si Aris itu minta duit sama ibunya dan bawa pergi ia punya kitab dan sabak. Ibunya kira ia pergi sekolah, tapi ia pergi ke mana? Ia pergi main layangan! O, layangannya tinggi sekali! Enak betul! Tapi coba dengar, apa sudah jadi. Ia punya layangan nyangkut di pohon jeruk dekat rumah Demang. Si Aris lantas lari ke situ, ia tolak pintu pagar pekarangan, dan terus masuk. Ia mau engget layangannya. Tapi baru ia masuk, lantas saja datang satu anjing udak dia dan gigit pahanya. Tolong tolong! Si Aris itu teriak. Satu bujang lantas datang dan – dapat lihat apa? Si Aris sudah mandi darah. Demang juga datang.
“Ah!” Demang berkata: “Mengapa kau berani masuk? Mengapa tidak memanggil dulu dan tunggu sampai orang datang? Apa tidak kau lihat, itu di pintu ada papan ditulisi surat, bunyinya: di sini ada anjing galak!”
“Saya tak tahu surat,” sahut si Aris sembari menangis.
“He!” kata Demang: “Kau sekolah begitu lama, masih tak tahu surat?”
Lie Kim Hok lahir di Buitenzorg (sekarang Bogor), Jawa Barat, 1 November 1853. Ia merupakan penulis produktif di masanya dan digelari sebagai Bapak Sastra Melayu Tionghoa Nusantara. Sobat Anak-Anak adalah kumpulan cerita anak yang disebut-sebut sebagai karya sastra populer pertama di Hindia Belanda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar