Penerjemah Titik Andarwati
Ukuran : 13 x 20 cm
Isi : 132 halaman kertas Bookpaper 57 gram
Cetakan I, 2026
Genre: Fiksi
QRCBN: 62-1677-3366-623
Cetakan: Hitam Putih
Harga 65.000
Untuk pertama kalinya sejak kedatanganku di Hindia Belanda, aku akan tinggal sendirian di rumah. Selama ini aku selalu dapat menemani suamiku dalam perjalanan dinasnya; namun kali ini ia harus menempuh dua hari perjalanan menunggang kuda ke pegunungan, jadi aku tak mungkin ikut.
Kami belum lama tinggal di tempat kecil ini, jauh di pedalaman, dan aku belum mengenal satupun keluarga yang cukup akrab yang bisa kukunjungi atau yang bisa kuharapkan untuk datang menjengukku. Namun, di pedalaman, syarat utama untuk bahagia adalah menjadikan rumahmu sebagai duniamu sendiri, sebab di luar lingkaran kecil itu tak banyak hiburan yang bisa diharapkan. Maka orang pun segera terdorong untuk menciptakan kesenangan kecil di sekitarnya, agar hidup lebih manis dan tak monoton.
Selain hewan peliharaan, kami memelihara banyak binatang di halaman: sapi, kuda, bebek yang ribut, ayam, merpati berbagai jenis, kelinci, marmut, dan lain-lain. Ada kesenangan tersendiri bagiku mengamati tingkah mereka, membiasakan mereka dengan kehadiranku, menjinakkan mereka sedikit demi sedikit ....
Marie Ovink-Soer (atau M. C. E. Ovink-Soer, 1860-1937) adalah penulis yang juga menjadi istri Asisten Residen Jepara, Pieter Sijthoff. Namanya dikenal di Indonesia karena hubungannya dengan R.A. Kartini dan dua adiknya. Ketiga saudara itu sampai menyebutnya Moedertje, yang artinya ibu sayang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar