Senin, 14 September 2009

Stories Behind Bestseller Manga vol. 3 - Okita Kakimasu



Stories Behind Bestseller Manga vol. 3 - Okita Kakimasu
11,8 x 18 cm CD Koran TA
156 halaman
Rp. 19.800

Mengapa gaya gambar mangaka pencipta FAIRY TAIL mirip dengan pencipta One Piece? Apa sih hubungannya? Mengapa pencipta NEON GENESIS EVANGELION mendapat ancaman akan dibunuh oleh penggemar serial ini? Seberapa hebatkah KAPTEN TSUBASA hingga memberi inspirasi pada pemain sepakbola dunia seperti Hidetoshi Nakata, Zinedine Zidane, Francesco Totti, dan Alessandro Del Piero? Benarkah mangaka pencipta LOVE HINA memiliki nasib yang sama dengan tokoh utama serial ini, berkali-kali gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi? Benarkah ada tokoh fiksi bernama Ranma yang juga mengalami perubahan menjadi wanita sebelum serial RANMA ½ terbit? Apa sih kehebatan Adachi Mitsuru hingga mangaka pencipta Inu Yasha akan memilih nama mangaka pencipta H2 ini jika disuruh memilih nama pena lain? Benarkah serial 20th CENTURY BOYS akan dibuat dalam film trilogi layar lebar? Mengapa manga-manga karya pencipta SAINT SEIYA sering dihentikan penerbitannya? Ikuti pula kisah seputar FULLMETAL ALCHEMIST yang diciptakan mangaka wanita yang selalu menjadikan gambar sapi berkacamata sebagai potret dirinya.
Masih banyak lagi kisah menarik di balik manga-manga kesayangan kita yang diungkap dalam buku ini, seperti KUNGFU BOY, DETEKTIF KINDAICHI, CARDCAPTOR SAKURA, DEAR BOYS, GREAT TEACHER ONIZUKA (GTO), dan TOKIMEKI TONIGHT.


*****

Tak ditemui buku ini di toko-toko di tempat anda?
Cukup pesan saja secara langsung! Caranya?
Cukup dengan 3 langkah mudah
1. Kirim uang seharga buku ke :Yudhi Herwibowo BNI 46 Cab Kentingan Solo 0100679407(GRATIS ONGKOS KIRIM!)
2. Sms konfirmasi pada nomor : 0271.7016320 atau 081 2264 0769.Sekaligus untuk memberikan alamat pengiriman buku.
3. Tunggu, dan dalam waktu tak lama buku akan segera sampai ditujuan!

Jumat, 14 Agustus 2009

Futatsu No Nagareboshi - Hikozza



Futatsu No Nagareboshi - Hikozza
13,5 x 20,5 cm CD Koran TA
224 halaman
Rp. 29.800


Sungguh, pernah kuceritakan pada kalian, sebuah kisah tentang sosok bermata iblis. Sosok yang selalu menaburkan ketakutan, kengerian, bahkan kematian, bagi siapapun yang melihatnya… Sosok yang cara matinya sungguh yang tak biasa… Sosok yang kesetiaannya tak pernah bisa terukur…Dan ini adalah kisah, setelah kematian dirinya…
****
1
Anak dari Sang Iblis
Jauh dari Kastil Torigawa di Gifu, perempuan setengah baya itu, Sayaka Aoki, berjalan cepat-cepat. Ia menyincing kimono-nya ke atas, untuk mempermudah langkahnya. Gerakannya nyata sekali nampak terburu-buru dan sedikit berhati-hati. Matanya tak pernah lepas berpaling ke segala penjuru, mengamati sekitarnya. Sementara dibelakangnya, anaknya, seorang gadis 16 tahun, berjalan mengikuti langkahnya dengan kepala tertunduk.“Cepatlah, Kana!” ujarnya dengan suara ditekan.Gadis itu sama sekali tak menyahut. Ia hanya melebarkan langkahnya agar dapat terus berada tak jauh dari ibunya.Saat itu langit memang masih nampak gelap. Matahari masih akan sangat lama untuk mulai menampakkan sinarnya. Kabut tebal masih menyelimuti seluruh setapak, membuat pandangan mata belum dapat menembus jauh ke depan.Maka itulah sejak tadi perempuan itu nampak berjalan berhati-hati. Ia bisa saja terjatuh dalam kubangan yang banyak tersebar di sepanjang setapak. Namun sebenarnya, bukan sekedar untuk itu kehati-hatiannya. Yang lebih dikwatirkannya adalah ada orang-orang yang tak diharapkannya melihat… pelariannya ini!Ya, pelarian! Ia terpaksa menggunakan kata itu, karena kini ia memang tengah mencoba meninggalkan kediamannya tanpa diketahui oleh siapa pun. Beberapa saat yang lalu, seorang prajurit suaminya, yang telah begitu lama dikenalnya, datang ke rumahnya saat puncak malam baru saja bergeser.“Nyonya besar,” ia membungkuk dalam-dalam, “Tuan Sano Sakai telah dibunuh.”Dan ia hanya bisa tertegun mendengar kalimat itu. Kejadian ini hanya berselang satu hari sejak pihak Keluarga Torigawa datang padanya untuk mengabarkan kematian suaminya, Shoja, karena luka parah saat duel.Awalnya ia sama sekali tak percaya dengan berita itu. Suaminya adalah petarung yang tangguh. Sepanjang ia mengenalnya, tak pernah ia melihat suaminya terluka. Tapi ekspresi pembawa kabar itu kemudian harus membuatnya percaya.Ya, saat itu ia memang harus percaya dan terluka.Dan kini, hanya berselang sehari kemudian, saat hatinya masih diliputi duka yang dalam, kabar kematian Sano Sakai, salah seorang kaki tangan suaminya yang paling dipercaya, kembali terdengar olehnya. Sejak lama, ia mengenal Sano Sakai dengan baik. Dia merupakan satu-satunya anak buah suaminya yang paling kerap datang kerumahnya. Bahkan tak jarang ia melihat suaminya mengajari pemuda itu satu atau dua gerakan pertarungan.Mengingat itu, satu pikiran mau tak mau segera saja berkelebat di otaknya.Tentunya bila pemuda itu sampai juga di bunuh, tentunya telah terjadi pergeseran kekuasaan di kastil keluarga Torigawa yang begitu drastis.“Nyonya besar,” suara prajurit itu menyadarkan kembali dari pikirannya. “Nampaknya Nyonya Besar…. harus segera pergi dari rumah ini, sekarang juga!”Dan itulah yang kemudian dilakukan Sayaka Aoki. Ia tak bisa mempertimbangkan lebih lama lagi. Segera saja ia membangunkan putrinya, dan membawa beberapa helai pakaian dan uang yang tak seberapa.Untungnya kabut sepertinya membantu pelarian diri keduanya. Beberapa kali, ia mencoba menoleh ke belakang. Bukan sekedar menunggu putrinya yang berjalan dibelakangnya, tapi juga untuk melihat rumah mereka yang semakin lama mulai tertelan kabut…Sungguh, ini begitu menyesakkan. Rumah itu telah begitu lama menaungi dirinya suaminya juga Kana. Semua kenangannya ada disitu, dan kini ia harus ditinggalkan begitu saja…Setitik air matanya jatuh. Namun ia buru-buru menyapunya dengan punggung tangannya. Saat itulah, dari tempatnya berdiri, sudah dilihatnya samar-samar sebuah kereta kuda di ujung setapak.Sayaka Aoki bernapas lega. Segera ia menarik tangan putrinya, “Cepatlah!” ujarnya.Kemudian kedua perempuan itu segera naik ke dalam kereta kuda itu.Prajurit yang tadi mengabari tentang kematian Sano Ryu sudha nampak menunggunya.“Kita pergi sekarang, Nyonya Besar?” tanyanya sambil menoleh.Sayaka Aoki hanya mengangguk pelan.Dan bunyi tapak kuda kemudian mengisi keheningan.Di dalam kereta, Sayaka Aoki segera melempar pandangannya ke belakang, mencoba melihat lagi rumah miliknya. Tapi ia hanya menemukan setapak berkabut yang semakin terasa menebal.Matanya kembali berkaca-kaca. Ia ingin kembali menangis, namun melihat putrinya yang juga tengah menatap ke arah yang sama, ia menguatkan hatinya.Dibiarkannya kereta semakin meninggalkan desa mereka dalam keheningan. Sedkit, walau tadi ia kecewa terhadap kabut yang sudah menghalangi pandangannya pada rumahnya, namun di sisi yang lain, ia tetap merasa berterimakasih karena kabut karena telah membantunya dalam pelarian ini. Ini membuatnya merasa tenang.Namun di tengah perasaan seperti itu, baru disadarinya kalau putrinya yang sejak tadi duduk dihadapannya, masih saja terus memunggungi dirinya untuk menatap ke arah belakang kereta.Sayaka Aoki sebenarnya ingin mencoba berkata sesuatu, membuka percakapan, namun ia segera mengurungkan niatnya ketika tanpa sengaja dari arah tempatnya duduk, sekilas dilihatnya sesuatu yang aneh di mata Kana.“Kana,” segera ia memegang pipi anaknya. Dengan sedikit memaksa, dibawanya wajah anaknya itu tepat didepannya.“Kenapa… dengan matamu?” ia memandang tak percaya pada kedua mata anaknya yang kini nampak sangat memerah.Namun ia tak bisa mengamati lebih lama. Tanpa menjawab pertanyaan itu, Kana sudah menepis pegangan tangannya, dan kembali membalikkan tubuhnya ke belakang.Sayaka Aoki hanya bisa membiarkannya dengan perasaan tak tentu. Sungguh, ini… begitu menyakitkan hatinya. Ia tahu sejak berita kematian suaminya datang, Kana juga mendengarnya bersamanya. Saat itu, ia sama sekali tak menahan kesedihannya. Ia terpuruk dan menangis. Namun tidak demikian dengan Kana. Walau matanya nampak jelas berkaca, tapi ia tak menangis, setidaknya… ia berusaha keras untuk tak menangis. Ia hanya beranjak meninggalkan ruangan dan menuju kamarnya.Sayaka Aoki tak tahu, apakah disitu, di dalam keheningan kamarnya sendiri, anaknya itu melepas tangisnya? Ia tahu sekali seberapa dekat hubungan anaknya itu dengan suaminya. Ia yakin berita ini pastilah begitu dalam melukai hatinya, hingga ia yakin anaknya itu pastilah menangis.Jadi apa ini yang kemudian membuat matanya menjadi semerah itu?Sayaka Aoki hanya bisa menggeleng tak yakin.Namun sungguh, mata yang memerah itu, begitu mengingatkannya pada mata suaminya…
*****

Rabu, 18 Maret 2009

Stories Behind Bestseller Manga vol. 2 - Okita Kakimasu



Pencipta Naruto, Masashi Kishimoto, mengakui pengaruh AKIRA. Sedasyat apa sih manga ini hingga Hollywood pun tertarik mengangkatnya ke dalam film layar lebar?

Walt Disney terkagum-kagum pada ASTRO BOY karya 'Dewa Manga' Ozamu Tezuka. Sehebat apa sih robot cilik yang menjadi pelopor anime di Jepang ini?

Apa benar Akira Toriyama sang pencipta DRAGON BALL kini berhenti menggambar manga?

Benarkah EYESHIELD 21 membuat anak-anak Jepang jadi suka bermain American football?

Untuk apa penggemar FRUITS BASKET membuat 1000 burung bangau kertas?

Mengapa HUNTER X HUNTER sering terhenti penerbitannya?

Benarkah NODAME CANTABILE terinspirasi pemain piano dari dunia nyata?

Bagaimana kisah 'tujuh halaman yang hilang' dari pencipta SAILOR MOON?

Benarkah kisah akhir SHAMAN KING yang sebenarnya akan dibuat tahun 2009?

Benarkah THE LAW OF UEKI adalah karya profesional pertama mangaka-nya?

Apa benar pencipta THE PRINCE OF TENNIS termasuk mangaka berpenghasilan terbesar dalam dunia entertainment Jepang?

Benarkah kita harus membaca TSUBASA : RESERVOIR CHRONICLE jika ingin mengerti akhir manga xxxHolic?

Apa benar permainan kartu dalam YU-GI-OH! awalnya bukan tema utama yang direncanakan penciptanya?

Sabtu, 08 November 2008

Misteri-misteri Terbesar Indonesia - Haris Firdaus



Misteri-misteri Terbesar Indonesia- Haris Firdaus
14,5 x 20,5 cm HVS 70 gr
164 halaman
Rp. 28.800

Letusan Krakatau
Simon Winchester menyebut letusan Gunung Krakatau sebagai “saat ketika dunia meledak”. Letusan maha dahsyat itu juga dipercaya sebagai lonceng awal bagi bergemanya fenomena global village dan tumbuhnya radikalisme Islam di Jawa. Benarkah begitu?

Hobbit FloresSejumlah ilmuwan menemukan kerangka manusia kerdil di Flores yang akrab dipanggil sebagai Hobbit Flores. Penemuan itu mengakibatkan debat panjang di sekitar proses evolusi manusia. Ada yang menganggap keturunan sang hobbit masih hidup sampai saat ini. Benarkah demikian?

Letusan Tambora
Letusan Gunung Tambora mengakibatkan Napoleon Bonaparte kalah dan membuat dunia dihinggapi “tahun tanpa musim panas”. Kenapa semua itu bisa terjadi?

Danau TobaDanau Toba bukan danau sembarangan: ia dihasilkan dari sebuah letusan dahsyat yang hampir saja membuat spesies manusia di bumi ini punah. Bagaimana riwayat danau ini sebenarnya?

Sangiran
Di Sangiran, selama puluhan tahun, ribuan fosil manusia purba ditemukan. Kawasan ini bahkan menjadi “laboratorium” sekaligus “tambang” fosil manusia purba terlengkap di Asia. Bagaimana sejarah terbentuknya Sangiran sehingga di sana ditemukan banyak jejak manusia dari masa purba?

Kisah-kisah lainnya:
~ Dataran Tinggi Dieng
~ Danau Tiga Warna Kalimutu
~ Misteri Candi Borobudur
~ Ritual Ngalap Berkah di Gunung Kemukus
~ Misteri Prajurit Kera di Sangeh
~ Pulau Komodo dan fakta di dalamnya
~ Jalan Raya Pos yang penuh darah dan air mata
~ Pulau Nias : sejarah perbudakan, dan pemenggalan kepala
~ Laut Selatan Jawa : misteri dan fakta di dalamnya


Tak ditemui buku ini di toko-toko di tempat anda?
Cukup pesan saja secara langsung! Caranya?
Cukup dengan 3 langkah mudah
1. Kirim uang seharga buku ke :Yudhi Herwibowo BNI 46 Cab Kentingan Solo 0100679407(GRATIS ONGKOS KIRIM!)
2. Sms konfirmasi pada nomor : 0271.7016320 atau 081 2264 0769.Sekaligus untuk memberikan alamat pengiriman buku.
3. Tunggu, dan dalam waktu tak lama buku akan segera sampai ditujuan!

Sabtu, 27 September 2008

Samurai Cahaya


desain cover : isthis comic

SAMURAI CAHAYA / hikari no tsurugi
Hikozza
13,5 x 20,5 cm CD buram TA
240 halaman
Rp. 29.800

prolog
Hari-hari Panjang Penuh Tanda

Hari ini lahir dengan tak biasa!Sensei Kogawa Itsu, peramal paling ternama sejak masa Kamakura, memandang takjub ke arah langit. Matanya terbelalak dan tangannya yang sedang memegang kipas, bergetar.Istrinya yang menyaksikan itu, segera menghampirinya dengan tak mengerti. Ia ikut membuang pandangannya ke hamparan langit, seperti yang tengah dipandang suaminya. Dan ia segera ikut terbelalak. Mulutnya berucap ragu, “Kenapa… kenapa bisa begini?”Sensei Kogawa hanya menggeleng pelan, “Ini jelas sebuah pertanda…” ujarnya tanpa menoleh, “Ya, sebuah pertanda yang begitu jelas…”Kini di depan keduanya, terpampang sebuah lukisan yang tak biasa. Matahari yang baru terbit seakan membawa darah. Warna merah menyala menghiasi langit pagi ini, menepikan warna-warna yang biasa terlihat. Sungguh, pemandangan yang mengerikan. Tak hanya sampai disitu, ribuan kupu-kupu berwarna hitam juga bertaburan mengisi celah-celah kosong langit. Seakan langit telah menjadi milik mereka.Sensei Kogawa masih menatap tak percaya. Hampir sepanjang hidupnya ia menetap di sini, di tanah Gifu. Tak pernah ada alasan khusus mengapa ia memilih tanah ini. Walau sebenarnya ia bisa memilih tanah dimana pun. Ia bisa memilih Nara atau Kyoto, yang begitu maju peradabannya. Atau ia juga bisa memilih tempat-tempat sepi untuk kesempurnaan meditasinya. Tapi seperti sebuah magnet, ia memilih Gifu. Tanpa ia sendiri tahu alasannya secara pasti. Ia hanya tahu, langkah ini tak hanya terjadi padanya. Sepanjang yang ia tahu, banyak peramal-peramal besar berpijak disini. Entah apa alasan mereka. Ia hanya bisa sedikit merasakan kalau Gifu memang berbeda dari tanah-tanah yang sudah diinjak sebelumnya. Sepertinya disinilah, sebuah meditasi terdalam bisa dilakukan, sebuah getara paling halus bisa dirasakan dan sebuah penglihatan paling samar bisa terbaca. Entah apa yang sebenarnya ada pada Gifu. Seorang peramal lain pernah berujar, mungkin karena Gifu adalah titik tengah di pulau Honshu, sehingga semua energi yang ada di pulau itu memusat disini. Tapi Sensei Kogawa tak pernah merasa yakin alasan itu.Tapi hari ini sesuatu yang lain kembali terjadi. Ini yang kemudian membuatnya teringat pada Gijoru, seorang pemikir yang dipelajarinya ketika muda dulu…bila langit telah memerahdan kupu-kupu telah menari untukmuperhatikan itu sebagai sebuah tanda!Ya, inilah sebuah tanda, Sensei Kogawa merasa semakin yakin.Dulu, ketika ia masih sangat muda dan baru mempelajari ilmu tentang bintang, ia ingat di satu malam di tahun 1305, hujan turun dengan derasnya dan ratusan petir menyambar berkali-kali membentuk garis-garis putih disebujur langit dan menjadikan malam sebagai sebuah rajutan, waktu itulah hari dimana Ashikaga Takauji lahir. Ia bersama sensei-nya ketika itu, telah meramalkan saat itu, karena ia yakin, orang besar selalu lahir di hari yang tak biasa.Tak pernah ada yang membantah ini.Ia selalu bisa menghubungkan semua orang besar dengan hari kelahirannya yang tak biasa. Seperti saat hari terlahir dengan jutaan kumbang memenuhi udara. Entah kumbang dari mana, dan akan kemana. Mereka hanya terbang bergerombol, mengeluarkan suara melengking yang menyakitkan telinga dan terus bergerak berputar-putar tanpa arah. Namun di saat itulah Kitabatake Akiie lahir.Dan kini, hari yang tak biasa itu kembali lahir…Tanpa berucap apa-apa, Sensei Kogawa segera bergegas masuk ke ruang semedinya. Istrinya hanya bisa menatapnya tak mencoba menghalangi.Di dalam ruangan semedi, tanpa cahaya itu, ia mulai menenangkan pikirannya, mencoba berkosentrasi. Dicobanya melihat bayangan-bayangan yang muncul dalam semedinya. Tapi sampai lama, ia tak mendapatkan apapun. Ia pun akhirnya menyerah, dan membuka matanya saat langit telah gelap. Tak sepenuhnya gelap sebenarnya, namun warna merah masih terasa mendominasi…Langit hitam dengan semburat darah!Ia mengeluh dalam hati. Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Ia mengeluh dalam hati. Tepat saat itulah, muncul empat bintang jatuh didepannya. Empat bintang yang muncul dari empat arah mata angin yang berbeda, meluncur dengan kecepatan luar biasa. menuju satu titik yang sama…Sensei Kogawa menahan napasnya, seakan keempat bintang jatuh itu akan saling bertabrakan…Ia kembali mencoba menyerahkan dirinya dari keheningan. Dan mulailah secara perlahan-lahan dan samar-samar, bayangan-bayangan melintas diangannya. Semula semuanya hanyalah bayangan tak jelas yang hanya sekelebatan mata. Namun perasaannya yang terlatih masih bisa menangkap bayangan-bayangan itu…Bayangan gelimpangan ribuan mayat… bayangan seorang samurai yang mengacungkan samurainya yang begitu memancarkan cahaya… bayangan duel dua samurai tanpa tanding… bayangan seorang anak kecil yang tengah memeluk seekor kelinci yang telah mati…Dan Sensei Kogawa terkesiap dengan napas terburu.Bayangan itu terus menggantung jelas diimajinasinya…Jauh… jauh dari tempat itu, di empat tempat yang berbeda, dari empat rahim yang berlainan, empat bayi merah lahir di dunia dengan tangisan yang sangat keras…Empat bayi inilah yang ditakdirkan lahir di hari itu…Dan dari hari inilah, cerita ini bermula…

*****
Catatan PenulisAkhirnya novel ini selesai. insyaallah kalau lancar bulan September besok sudah beredar di seluruh Indonesia. Novel ini merupakan novel dengan energi paling besar. Saya sangat lelah membuatnya. Sepertinya prosesnya sangat panjang. Ketebalannya konon dengan format standar bisa mencapai 300 halaman buku 13 x 20. Tapi agar harganya tidak terlalu mahal, buku ini diformat hanya 240 halaman. Fontnya kecil tapi masih cukup nyaman kog…
Buku ini adalah jawaban dari semua keluhan pembaca Seven Samurai.Saya ingat komentar-komentar pembaca Seven Samurai, entah itu di email, friendster, blog, bahkan di sms. Hampir semuanya mengatakan kalau Seven Samurai terlalu tipis.
Jadi buku ini jelas lebih tebal. Mungkin 2,5 kali lipat lebih. Ceritanya pun runtut, tidak melompat-lompat seperti Seven Samurai.Intinya buku lanjutan Seven Samurai ini merupakan karya saya paling menguras emosi. Seorang pembaca pernah berkomentar Seven Samurai membuatnya merinding, saya yakin buku ini akan membuat pembaca berkali-kali merinding. Saya catat ada 4 adegan memilukan. Ada juga 2 adegan heroik. Sungguh, novel ini sangat komplet. Karena saya juga menyisihkan sedikit gurauan di salah satu bagian.
Sungguh, ini novel terbaik yang pernah saya tulis. Dan saya bangga bisa menyelesaikannya
…
*****

Tak ditemui buku ini di toko-toko di tempat anda?Cukup pesan saja secara langsung! Caranya? Cukup dengan 3 langkah mudah
1. Kirim uang seharga buku ke :
Yudhi Herwibowo BNI 46 Cab Kentingan Solo 0100679407
(GRATIS ONGKOS KIRIM!)
2. Sms konfirmasi pada nomor : 0271.7016320 atau 081 2264 0769.
Sekaligus untuk memberikan alamat pengiriman buku.
3. Tunggu, dan dalam waktu tak lama buku akan segera sampai ditujuan!

Pahlawan2 Yang DiGugat - Eka Nada Shofa Alkhajar


PAHLAWAN2 YANG DIGUGAT
Eka Nada Shofa Alkhajar
14,5 x 20,5 cm hvs 70 gr
128 halaman
Rp. 24.800


Ide Agung Anak Gde Agung dianggap berjasa dalam perjuangan politik Indonesia menuju Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Tapi menurut saksi sejarah Bali, gelar itu dinilai tidak layak karena pejuang Bali mengenalnya justru sebagai seorang oportunis sejati....

Pangeran Diponegoro mengobarkan Perang Jawa yang terkenal dahsyat. Namun, benarkah sang Pangeran berjuang secara murni melawan penjajah Belanda? Bukankah ia berperang karena membela harga diri dan kehormatan keluarganya?

Di bawah kepemimpinan Sultan Agung Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaannya. Ia dikenal karena menggempur VOC di Batavia. Namun banyak yang beranggapan bahwa niat utama Sultan Agung bukanlah untuk mengusir VOC, tetapi untuk menjadi raja di seluruh wilayah Jawa...

Dalam masa pemerintahannya, terutama saat membangun benteng pertahanan di Mariso, Sultan Hasanuddin ditenggarai telah menindas serta menganiaya rakyat dan bangsawan Bone....

Segenap pemikirannya yang tertuang dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) menjadi bukti bagaimana 'perjuangan' Kartini mengangkat harkat dan martabat kaumnya. Namun, muncul pandangan bahwa keotentikan dan orisinalitas pemikiran Kartini dalam surat-suratnya diragukan…

Gerakan Paderi adalah gerakan antikolonial dengan salah satu tokohnya Tuanku Imam Bonjol. Namun, kini muncul gugatan melalui petisi online bahwa Imam Bonjol bertanggung jawab atas pembantaian lokal. Gerakan Paderi yang berpaham Wahabi, tidak hanya diketahui sebagai gerakan anti-Belanda, tapi memiliki tujuan memurnikan Islam di Sumatera Barat dari unsur kultural. Sayangnya, pemurnian itu banyak memakan korban besar....

Tuanku Tambusai juga terkenal berjuang gigih melawan Belanda dengan gerakan paderinya di sekitar daerah Rao dan Mandailing. Tapi, ada kalangan berpendapat bahwa Pasukan Tuanku Tambusai telah melakukan pembantaian yang kejam, bahkan memutilasi ratusan penduduk Padang Lawas....


Tak ditemui buku ini di toko-toko di tempat anda?Cukup pesan saja secara langsung! Caranya? Cukup dengan 3 langkah mudah
1. Kirim uang seharga buku ke :
Yudhi Herwibowo BNI 46 Cab Kentingan Solo 0100679407
(GRATIS ONGKOS KIRIM!)
2. Sms konfirmasi pada nomor : 0271.7016320 atau 081 2264 0769.
Sekaligus untuk memberikan alamat pengiriman buku.
3. Tunggu, dan dalam waktu tak lama buku akan segera sampai ditujuan!

Selasa, 24 Juni 2008

Cetak Ulang : Seven Samurai



Cetakan Ulang SEVEN SAMURAI dengan cover baru.
Semoga bisa lebih diterima...
Oya, cover didesain oleh Mas Yogi dari Isthis Comic...
*****