Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2024

Ayat-Ayat Peradaban, Sebuah Kumpulan Puisi


Penulis : Ammar Faqih Utomo, Reza Octafian Syah, Luthfi Adhitya Fahrezy & Muhammad Ilham Muttaqin

Editor Ammar Faqih Utomo

Cover Leonardo

Isi 84 halaman Kertas Bookpaper 72 gram 

Cetakan I, 2025

Genre: Puisi

Ukuran 13 cm x 20 cm

Harga 50.000


Sel-sel berbisik dalam sunyi malam,

bergetar lembut dalam cawan tak kasat.

Sebuah rahim mengandung harapan,

menyemai kehidupan di antara gelombang,

membelah kegelapan menjadi cahaya.


Mikroba menari di permukaan air,

menyusup lembut dalam pelukan waktu.

Di tiap detik, sebuah kisah lahir,

mencipta warna dalam palet tak terduga,

menggenggam dunia dalam bentuk yang mungil.


Dari kedalaman, suara tak terlihat,

mengukir makna dalam tiapgerakan.

Cahaya menyelinap, menggoda bayang,

memecah kesunyian menjadi kehidupan,

seakan semesta menari dalam keabadian.


Ritme kehidupan berdenyut di ruang,

menghadirkan jejak yang tak terhapus.

Makhluk kecil, pelukku di keheningan,

menjadi benih peradaban di lautan,

sebuah harapan yang tak akan sirna.


Kehidupan, meluk waktu dalam perut bumi,

tumbuh dari abu menjadi mimpi.

Dalam kedamaian, menyimpan rahasia,

setiap langkah adalah tarian abadi,

mewakili kita, yang terlahir dari sunyi.

- Puisi Benih Peradaban

Rabu, 01 Februari 2023

Metamorfosis Imajinasi - I Komang Warsa & Natalino Muni Nepa Rassi


Penulis: I Komang Warsa & Natalino Muni Nepa Rassi

Ukuran : 14 x 20,5 cm

Isi : 124 halaman kertas Bookpaper 57 gram

Cetakan I, 2023

Genre: Puisi

ISBN: 978-623-???-??-?

Cetakan:  Hitam Putih 

Harga 75.000


Fakta kehidupan jagat ibarat bongkahan daging dengan kemampuan imajinasi pelahir sastra dari olah rasa dan bahasa sebagai racikan melahirkan tulisan yang berbeda. Jika fakta ditulis oleh seorang wartawan dengan pendekatan 5 W + 1 H akan melahirkan berita sebagai bacaan factual dan aktual. Jika fakta yang ditulis oleh seorang sastrawan dengan bumbu racikan imajinasi akan melahirkan karya sastra sebagai karya fiksi yang melahirkan multitafsir. Ibaratnya jika daging digoreng begitu saja maka tetap gorengan daging. Sedangkan jika daging diblender sampai halus diberikan bumbu sate dan dililit maka daging itu menjadi sate. Itulah dunia fakta akan menjadi enak dibaca jika racikan dan pilihan diksinya  sesuai dengan fungsi dan pilihan masing-masing.  

Dua penulis karya sastra dari sisi puisi dalam buku “Metamorfosis Imajinasi” memiliki ide, gagasan dan perasaan yang berbeda dalam menyikapi dunia fakta sehingga melahirkan imajinasi berbeda dalam merekonstruksi fakta kehidupan jagat, sekalipun terkadang ada unsur kesamaan dalam menyikapi kehidupan.  Penulis (pelahir sastra) yang memiliki latar belakang adat dan budaya berbeda tidak membuat sekat persaudaraan dalam hal diskusi berkualitas dalam segala bentuk termasuk diskusi tentang sastra. Bagi pandangan dua penulis perbedaan itu adalah kekuatan untuk melahirkan makna kebhinekaan sehingga melahirkan kebhinekaan makna sastra yang dilahirkan. 

Jumat, 05 Januari 2018

Sajak Belantara, kumpulan sajak dan puisi Ari Hermawan Saputra


Penulis
Ari Hermawan Saputra
Ukuran : 13 x 20 cm
Isi : 132 halaman kertas bookpaper 57,5 gram
Cetakan I, 2018
Genre : Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-0947-70-9


Kumpulan puisi Ari Hermawan Saputra cenderung memantulkan kondisi masyarakat, baik sosiologi, budaya, dan religi. Selain itu, psikologis penulis sangat jelas banyak mempengaruhi goresan-goresan yang ditorehkan. Tempat tinggal penulis yang ada di tepian hutan “NDANALAYA” dan beberapa orang masih mengkeramatkanya, memang menjadi inspirasi yang luar biasa serta menjadikannya sumber yang tidak akan pernah habis. Karakterisasi seseorang memang bisa dilihat dari gaya bahasanya (Lelewaning Basa). Begitu pula seorang Ari yang mampu membungkus rapi gagasan-gagasan yang akan dipikirkannya dengan balutan estetik yang mampu membawa sebuah corak keragaman. Emosional, pemberontakan, kesedihan, keterpukauan, juga kegembiraan sudah diikatnya dalam sebuah kumpulan puisi di dalam buku ini. Dan sangat realistis tentang magna-magna yang ia paparkan. Semoga Ari Hermawan Saputra tak pernah putus semangat, dan maju terus dalam menggeluti dunia kasusastraan.

Madiun, 10 Desember 2017
Tulus Setiadi

Pencatat Laku, kumpulan Puisi Agus Budi Wahyudi dan Ari Hermawan Saputra



Penulis
Agus Budi Wahyudi
Ukuran : 13 x 20 cm
Isi : 104  halaman kertas HVS 70 gram
Cetakan I, 2018
Genre : Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-0947-69-3


Di denyut malam biasa
Langit nampak duafa
Lalu bintang enggan bagi cahaya
Lukaku lukaku tak biasa

Puisi AKU YANG PALING TERLUKA - 
Agus Budi Wahyudi



Tak seperti biasanya 
Lilinku kalah disergap angin tinggi
Pikiranku sejenak pilu

Lilin tak menerangi aksara 
di sederet pohon-pohon baja
Kujinakkan anak-anaku 
Ia terus mendrobrak pikir 
Ia hendak mencetuskan malam 

Tiba-tiba kegelapan musnah
Sang bulan menyingkirkan mendung menyerah
Cerialah kau anak-anakku aksara merah

Puisi BULAN DAN AKSARA MERAH - 
Ari Hermawan Putra

Minggu, 17 September 2017

Penjati Kata - sehimpun Puisi Agus Budi Wahyudi

Penulis Agus Budi Wahyudi
Ukuran : 13 x 20 cm
Isi : 192 halaman kertas Bookpaper 57,5 gram
Cetakan I, 2017
Genre : Puisi
ISBN: 978-602-0947-65-5
B E L A J A R A K S A R A

tolong dengarkan ya?
kubaca nyaring sebuah kata
tapi aku tidak paham makna
kusimpan di dalam hati
siapa tahu kau memilikinya
tolong dengarkan ya?
berkali kuucap nyaring
agar terdengar sampai ke telinga
urutan huruf dalam aksaraMu
aku satu huruf saja
yang lupa melantunkan demi orang lain.
Pembaca diperkenankan untuk melontarkan cerita bahkan ketika puisi terbaca. Misalnya ketika membaca
puisi ‘Rabu Berkata Kamis Bermakna’, pembaca dapat langsung merespons bait puisi ‘maka diammu pun harus bermakna’, dengan seketika pembaca boleh melontarkan tanya atau melakukan identifikasi diri sehingga dialog senyap yang penuh makna dapat langgeng tercipta. 
Agus Budi Wahyudi, pengajar di Universitas Muhammadiyah Suarakarta. Penulis berusia setengah abad lebih ini juga tekun menulis puisi, cerpen, esai, nasihat, dan humor. Penelitian-penelitianilmiah tak lupa dikerjakan. Beberapa buku telah diterbitkan. Tulisan-tulisan terbit di koran dan majalah. Kini, penulis bercita-cita jadi tukang kebun. 

Rabu, 18 Januari 2017

Rilis Pelajaran Kincir Angin - Kumpulan Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa & Kinanthi Anggraini


Pelajaran Kincir Angin - Kumpulan Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa & Kinanthi Anggraini


Kumpula Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa & Kinanthi Anggraini
Ukuran : 13.5 x 20,5 cm
Isi : 160 halaman kertas bookpaper 57 gram
Cetakan I, 2017
Genre : Puisi
ISBN: 978-602-0947-55-6

mencintaimu dengan setulus-tulusnya, wahai angin
sama halnya mencintai kawan kaum papa lagi miskin
sebab dinding-atap serupa mimpi yang paling ingin
saat takdir memaksanya jadi nakhoda tanpa kabin

tak pernah kukutuk bibir yang menyebut baling-baling
meski kehidupan bermula dari angin yang memusing
bukan mesin yang berulang-ulang mencumbui bearing
atau pembakaran fosil yang kini berwajah asing

kami menyandarkan hidup dari tiupan demi tiupan
lalu bekerja menghela dua roda yang bersinggungan
seperti ladang subur dengan bibit yang disebarkan
namun rutin kami sirami meski tiada hujan
    (Pelajaran Kincir Angin, Lasinta Ari Nendra Wibawa)


sementara, kau bercerita tentang jatuhnya pesona
pada kaki yang membawamu ke suatu desa
dengan mata penuh surga aku bertanya
dengan mulut mentega kau menjawabnya
"ketujuh sinar itu membawaku kemari
ke dalam persinggahan gubuk seorang peri"

setelahnya, kau membujukku untuk mengetahui
di manakah ujung lengkung yang kau cari
seketika kubukakan pintu microwave air terjun
penuh dengan bulir tepung terigu yang turun
tersedia meja kelapa dan kursi vanili
dalam piring fla putih, sepotong roti tersaji
dengan lapis sungai butter di setiap sisi
dan lelehan hujan krim tersusun rapi
­­    (Pada Piring Fla Vanila, Kinanthi Anggraini)