Senin, 04 Juli 2011

Alfu Laylah wa Laylah, resensi Truly Rudiono

Judul : The Arabian Nights, Kisah-kisah Fantastis 1001 Malam
Penulis : Andrew lang
Penerjemah : Titik Andarwati
Editor : Anton WP
ISBN : 978-979-1932-56-8
Cover : Isthis Comic
Halaman : 272
Penerbit : Penerbit Katta

Harga : Rp. 49.800

Cinta dan benci
Bagaikan dua sisi mata uang, menyatu
Layaknya paket hemat!


Sultan Shahryar karena kecintaan pada sang adik membelah Negeri Tartari dari Kerajaan Persia dan memberikannya untuk sang adik.
Kecintaannya pada sang istri membuatnya melimpahkan sang istri dengan kemulian, memberikan pakaian dan permata terindah

Namun……,
Saat Sultan tanpa sengaja mengetahui bahwa sang istri sudah menipu dirinya, seketika semua rasa cinta berubah menjadi benci hingga tega memerintahkan untuk menghukum mati sang permaisuri. Rasa kecewa dan amarah membuat sang sultan menjadi kehilangan akal sehat . Menurutnya semua wanita sama jahat dan liciknya seperti sang istri. Baginya semakin sedikit wanita hidup di dunia ini maka semakin baik dunia. Untuk itu, setiap malam ia menikahi seorang gadis dan esoknya menuruh Wazir Agung untuk membunuhnya.

Perbuatan sultan membuat seluruh negeri dicekam ketakutan! Termasuk Wazir Agung yang ditugaskan mencari seorang wanita untuk dinikahi. Wazir Agung mempunyai dua orang putri. Putri tertuanya Sheherazad memohon pada sang ayah untuk membiarkannya menikah dengan sang sultan. Walau dengan berat hati, sang Wazir Agung mengabulkan permohonan anaknya tercinta.

Sebelum berangkat ke istana, Sheherazad berpesan pada adiknya Dunyazad agar jika sultan mengijinkan mereka berdua tidur dalam satu kamar, maka satu jam sebelum fajar sang adik harus bangun dan mengatakan kalimat,” Kakak, jika kau sudah bangun, aku mohon kepadamu, sebelum matahari terbit, ceritakanlah padaku salah satu ceritamu yang menakjubkan. Ini kesempatan terakhirku untuk mendengarkan” lalu sang kakak akan mulai bercerita. Ia berharap cara ini akan menyelamatkan banyak nyawa wanita.

Pada malam pernikahannya, Sheherazad dibantu dengan adiknya mulai menjalankan rencananya. Satu jam sebelum fajar sang adik bangun dan mengucapkan kalimat seperti pesan sang kakak. Bukannya menjawab, Sheherazad justru meminta ijin pada sang sultan apakah berkenan membiarkan ia bercerita, sultan pun mengijinkan. Maka dimulailah kisah yang dikenal dengan nama kisah 1001 malam.

Versi lain menyebutkan bahwa sang raja yang sakit hati suatu hari bertemu dengan seorang perempuan cantik. Ternyata perempuan itu adalah putri penasihat kerajaan. Sang raja pun langsung melamar putri cantik tersebut. Dengan berat hati, penasihat kerajaan menerima lamaran sang raja.

Pesta pernikahan pun digelar. Kali ini lebih megah dan meriah dibanding sebelumnya. Malam pengantin pun menjelang. Pasangan berbahagia itu pun melewatkan malam pertamanya dengan penuh kebahagiaan. Pada saat, sang raja beranjak ke peraduan, permaisurinya bertanya: "Wahai kekasihku, izinkanlah aku menceritakan sebuah kisah yang menakjubkan. " mendengar permintaan permaisurinya sang raja tersenyum senang. Ia memang sangat senang mendengar kisah-kisah hebat. "Silahkan permaisuriku sayang." Katanya.

Sang permaisuri pun memulai ceritanya. Begitu serunya kisah yang ia ceritakan, sampai sang raja tidak terserang kantuk.
Tapi saat kisah itu sedang ada di puncak ketegangannya, sang permaisuri dengan cerdik menghentikan ceritanya. Ia berjanji akan melanjutkan ceritanya besok malam. Sang raja pun setuju. Mereka pun tertidur sejenak.

Sepanjang hari sang raja terus merasa penasaran. Ia ingin cepat-cepat mendengarkan ke lanjutan kisah. Ketika satu kisah sudah berakhir langsung disambung dengan kisah berikutnya yang lebih seru lagi. Seperti biasa, ketika sedang seru-serunya, permaisuri dengan cerdik berhenti bercerita dan berjanji akan melanjutkan kisah itu besok malam. Waktu berjalan hingga tak terasa sudah 2 tahun berlalu. Permaisuri telah bercerita sebanyak 1000 kisah . Akhirnya pada akhir kisah yang ke-1001, sang permaisuri mengingatkan sesuatu pada sang raja akan perilakunya yang tercela. Sang raja pun menyesal akan perilakunya.

Masih ada banyak versi seputar bagaimana kisah ini berawal. Tapi semuanya memiliki kesamaan, rasa sakit hati sang raja serta keberanian sang permaisuri.

Buku ini bisa disebut sebagai buku yang memuat kumpulan cerita berbingkai yang sambung-menyambung dengan keanekaragaman tokoh, genre, latar belakang ditambah dengan alur cerita yang menggugah rasa penasaran. Cerita yang berada dalam sebuah cerita. Versi aslinya kisah ini diberi judul Alfu Laylah wa Laylah

Lebih dari 30 cerita terdapat dalam buku ini. Dimulai dari Kisah Sultan Shahryar dan Putri Sheherazad, Kisah Pedagang Kakli Lima, lalu ada Kisah Saudara kelima si Tukang Cukur, Kisah Ali Kogja si Pedagang dari Baghdad serta diakhiri dengan kisah Dua Wanita yang Dengki dengan Adik Mereka. Beberapa kisah mungkin sering kita dengar yaitu mengenai Aladin dan Lampu Ajaibnya, Sinbad di Pelaut serta Ali Baba dan 40 Orang Penyamun

Kisah Sinbad si Pelaut merupakan kisah mengenai ketangguhan serta keuletan seorang pelaut. Nasib baik sepertinya selalu berpihak pada dirinya. Selama 7 kali pelayarannya ia sering kali mengalami nasib kurang beruntung, mulai dari perahunya karam hingga menjadi budak. Nasib baik serta keteguhan hatinya membuat Sinbad selalu berhasil selamat dan kembali ke kampung halamannya. Seringkali ceritanya berakhir dengan Sinbad kembali dengan membawa tumpukan emas atau permata.

Kisahnya dalam buku ini sungguh mengharukan, simak saja penggalan paragraf berikut, " Kelangsungan hidup kami kini tergantung berapa lama kami mampu menghemat makanan. Untunglah aku sudah terbiasa hidup dengan sedikit makan jadi bisa bertahan hidup lebih lama dari yang lainnya. Teman-temanku menemui ajalnya satu persatu dan tinggallah kini aku seorang diri. Bekalku sudah menipis dan kupikir sebelum aku mati sebaiknya aku menggali kuburku sendiri. Ketika aku mulai menggali tanah, aku sangat menyesal telah berlayar lagi hingga membawaku ke dalam kesulitan dan memikirkan segala kenikmatan hidup yang kutinggalkan...." Serasa kita berada isana dan menderta seperti Sinbad

Sosok Sinbad merupakan tokoh yang unik, maka tak heran jika kisah tentang dirinya diterbitkan secara tersendiri serta mengilhami buku-buku lainnya. Bahkan ada juga yang berwujud film dan drama musikal.

Ternyata tidak semua orang menyukai kisah-kisah dalam 1001 malam ini. Silahkan intip http://muhshodiq.wordpress.com/2010/05/10/dongeng-1001-malam-arabian-nights-haram/

Penerbit Katta telah beberapa kali menerbitkan kisah sejenis. Sebut saja Izanagi x Izanami ; Kisah dewa-dewi dari negeri matahari, lalu Olympus Kisah dari Negeri Para Dewa, serta Pangu Fuxi, & Nuwa, Kisah-kisah Mitologi China.

Untuk lebih bisa mengetahui buku-buku sejenis, silahkan saja mengunjungi:
http://bukukatta.com/
http://bukukatta.blogspot.com/

Tidak ada komentar: