Judul Buku : Futatsu No Nagareboshi ( Kisah 2 Bintang Jatuh )
Pengarang : Hikozza
ISBN : 978-979-1032-15-5
Ukuran : 13.5 X 20.5 Cm
Halaman : 224 halaman
Terbit : 2009
Harga : Rp.29.800
Sejak kematian
Shoja si
Mata Iblis ditangan tuannya sendiri,
Torigawa Tokoru, keadaan kastil
Torigawa goyah. Kini
Wabashi Kita, sang
daimyo penjilat, rakus, ambisius dan licik yang paling dipercaya oleh keluarga
Torigawa mengambil alih seluruh pasukan di
Hashi yang sebelumnya berada dibawah komando
Shoja.
Wabashi sendiri yang telah menghasut tuannya untuk membunuh
Shoja ketika si
Mata Iblis tersebut masih terluka parah akibat duel maut dengan penantangnya,
Yamashita Wataru. Dalam waktu singkat
Wabashi mengganti orang-orang yang dulu mendukung
Shoja dengan orangnya sendiri. Akibatnya dalam waktu relatif singkat, pengaruh
Wabashi Kita semakin kuat di kastil
Torigawa.
Ashikaga Tekauji segera mengirim panglima perangnya,
Takezaki Genzei ke
Gifu berikut lebih dari 40 orang berpakaian
gusoku untuk melihat keluarga
Torigawa. Tentu saja
Ashikaga tidak ingin wilayahnya ini jatuh ketangan kekaisaran
Go-Daigo yang menjadi saingannya sebagai akibat kematian
Shoja. Kesempatan itu dimanfaatkan
Wabashi Kita untuk membujuk
Takezaki Genzei agar mendukungnya menggantikan tuannya,
Torigawa Tokoru yang dinilainya lemah. Pada sebuah kesempatan,
daimyo licik tersebut berhasil membunuh
Torigawa Tokoru berikut daimyo lainnya yang mendukung tuannya itu.
Kini
Wabashi Kita sebagai penguasa di
Gifu memiliki seorang samurai kepercayaan yaitu
Saigai. Sosok pria tinggi besar ini sebelumnya bersama
Shoja merupakan salah satu samurai kepercayaan keluarga
Torigawa. Namun akibat kehausannya mencari lawan yang tangguh, suatu hari diam-diam ia menantang
Shoja. Dalam duel tersebut ternyata ia dikalahkan
Shoja. Hal ini membuatnya merasa malu dan memilih mengasingkan diri sambil memperdalam ilmunya. Ketika ia kembali dari pengasingan untuk membalas dendamnya, situasi sudah berubah. Sosok
Shoja yang pernah mengalahkannya sudah tewas, begitu juga mantan tuannya,
Torigawa Tokoru. Dibawah bujukan
Wabashi Kita sebagai penguasa baru di
Gifu, ia akhirnya mau dijadikan kaki tangannya.
Di tempat lain, Kana, putri tunggal
Shoja si
Mata Iblis yang selamat dari pembantaian
Wabashi Kita bersiap-siap membalas dendam atas kematian ayahnya. Ditemani
Sano Ryu, adik
Sano Sakai, mantan orang kepercayaan ayahnya yang tewas ditangan kaki tangan
Wabashi Kita, bergerak menuju
Gifu. Ada kesempatan emas untuk menyalurkan dendam kesumat mereka terhadap
Wabashi Kita yaitu ketika ia melaksanakan parade besar-besaran sebagai hari perayaannya sebagai penguasa utama di
Gifu.
Torigawa Anzu, satu-satunya keturunan
Torigawa Tokoru yang selamat dari pembantaian
Wabashi Kita berniat membalas dendam atas kematian ayahnya. Ia berusaha menggalang kekuatan dengan mengumpulkan sisa-sisa samurai yang masih setia kepada ayahnya. Beberapa pendukungnya diantaranya
Kana, Sano Ryu,
Moshimoto (mantan anak buah
Shoja) dan
Hayate (mantan pasukan pengawal putra
Torigawa Tokoru )
.
Sementara itu
Kitai yang selama ini tidak mengetahui latar belakang dirinya akibat
amnesia akhirnya sadar kalau dirinya adalah
Yokushimaru Toshi dari
Natsue. Dulu ia hampir mati jatuh ke jurang akibat hujan panah yang dilakukan pasukan
Torigawa yang akan membunuh dan merebut Samurai Cahaya miliknya. Semua itu juga tak terlepas dari campur tangan kakak-kakaknya yang bekerjasama dengan klan
Torigawa untuk melenyapkannya.
Rasa rindu
Kitai alias
Toshi untuk kembali ke rumahnya telah memaksa ia harus segera mengambil keputusan penting untuk segera menikahi kekasih tercintanya, Maya. Dengan berat hati, semalam setelah pernikahannya yang sederhana, ia langsung menuju
Natsue, kota kelahirannya. Sesampai di sana semuanya sudah berubah drastis. Ia tidak bisa masuk ke wilayah
Natsue yang dijaga ketat. Berkat jasa baik putri sahabat ayahnya,
Kawabachi Ayu yang cantik jelita, ia menumpang menginap di kastil keluarga
Kawabachi.
Diam-diam kehadirannya tercium juga oleh mata-mata kakaknya.
Yokushimaru Natsu yang mengetahui kehadiran adik bungsunya yang dianggap sudah mati tersebut menjadi gusar. Singgasana kekuasaannya terasa goyah. Ia merasa gerah dan segera menyusun rencana busuk untuk kembali menghabisi adik bungsunya,
Yokushimaru Toshi, tentu dengan cara yang licik.
Natsu segera mengirim pasukan ninja sebagai utusan rahasianya ke kastil
Kawabachi Hideru. Tujuannya adalah mengancam
Kawabachi Hideru agar mau berkomplot dengannya membunuh
Toshi atau Kastilnya dihancurkan. Suatu pilihan yang teramat sulit bagi ayah
Kawabachi Ayu tersebut.
Apakah
Kawabachi Hideru bersedia berkomplot
dengan
Yokushimaru Natsu untuk membunuh
Toshi ? Bagaimana strategi yang dilakukan
Yokushimaru Toshi dalam menghadapi perselisihannya dengan kakak-kakaknya ? Bagaimana pula kelanjutan hubungan
Toshi dengan si cantik
Kawabachi Ayu ? Apakah
Maya bisa menerima kehadiran
Ayu disamping suami tercintanya ?
Berhasilkah rencana Kana, putri Shoja untuk membunuh
Wabashi Kita di hari perayaan tersebut ? Bagaimana kelanjutan hubungan Kana dan Sano Ryu ? Apakah keduanya bisa menjadi sepasang kekasih atau berpisah untuk selamanya ?
Bagaimana pula rencana balas dendam yang akan dilakukan
Torigawa Anzu terhadap
Wabashi Kita ? Apakah pasukan
Torigawa Anzu berhasil melaksanakan misinya atau justru hancur di tangan pasukan
Saigai.yang setia membela
Wabashi Kita ?
Masih banyak tentu pertanyaan yang tersisa yang belum Anda ketahui dari novel setebal 224 halaman tersebut. Pastikan Anda membeli bukunya jika ingin mengetahui kisah selengkapnya. Silahkan Anda cari dan dapatkan buku terbitan penerbit
bukukatta tersebut di seluruh jaringan toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko buku lainnya di kota Anda.
Selamat membaca dan semoga terhibur !
***